Latar belakang: Indeks pemulihan kardiovaskular (HRR) merupakan selisih denyut jantung maksimal dan istirahat yang menjadi acuan standar preskripsi intensitas latihan menurut ACSM. Frekuensi latihan mingguan diduga berhubungan dengan besarnya HRR, namun kajian berbasis data wearable skala besar pada populasi gym masih terbatas. Metode: Penelitian analisis sekunder dengan desain cross-sectional pada 973 anggota gym (kumpulan data Gym Members Exercise Tracking, Khorasani, 2024). Analisis meliputi uji korelasi (Pearson/Spearman), uji beda kelompok (One-Way ANOVA/Kruskal-Wallis) berdasarkan tipe latihan dan gender, serta regresi linear berganda, menggunakan IBM SPSS Statistics 30. Hasil: Tidak ditemukan korelasi signifikan antara frekuensi latihan mingguan dan HR Reserve (Pearson r = -0,021, p = 0,520; Spearman rho = -0,027, p = 0,402). Tidak terdapat perbedaan HR Reserve yang signifikan berdasarkan tipe latihan (ANOVA p = 0,301; Kruskal-Wallis p = 0,343) maupun gender (t-test p = 0,972; Mann-Whitney U p = 0,944). Model regresi berganda (10 prediktor) tidak signifikan secara keseluruhan (F = 1,221; p = 0,273; R² = 0,013), namun BMI terbukti menjadi prediktor independen HR Reserve (B = 0,169; p = 0,013). Kesimpulan: Frekuensi latihan mingguan bukan determinan utama HRR pada populasi gym yang telah aktif berlatih; intensitas dan durasi program latihan, serta BMI, tampak lebih relevan sebagai determinan HRR dibandingkan frekuensi latihan semata.
Copyrights © 2026