Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir memiliki intensitas penggunaan laptop yang tinggi untuk menyelesaikan tugas akhir. Lama penggunaan laptop secara terus menerus merupakan salah satu faktor risiko utama memicu gangguan muskuloskeletal, khususnya keluhan nyeri leher (neck pain). Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional melalui desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir angkatan 2022 yang berjumlah 115 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik puposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, sehingga diperoleh sampel sebanyak 30 orang. Instrumen peneli tian terdiri dari kuesioner data demografi, kuesioner lama penggunaan laptop (kategori < 2 jam, 2-4 jam, dan > 4 jam), serta visual analogue scale (VAS) untuk mengukur tingkat keparahan nyeri leher (skala 0-10). Hasil: penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lama penggunaan laptop dengan tingkat nyeri leher. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Freeman Halton Exact dan uji korelasi Sperman’s Rho ditemukan Nilai (r = 0,788, p < 0,001). Kesimpulan: semakin tinggi lama penggunaan laptop, maka semakin berat tingkat keluhan neck pain yang dirasakan mahasiswa. Jumlah halaman untuk jurnal IJSPT maksimal 15 halaman. Jika terdapat istilah-istilah asing yang belum dibakukan ditulis italic.
Copyrights © 2026