Transformasi digital perpajakan di Indonesia memasuki fase penting melalui penerapan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax) dan kebijakan integrasi NIK-NPWP. Meskipun pembaruan ini dirancang untuk mempermudah administrasi, efektivitasnya di lapangan sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman dan kesiapan digital wajib pajak. Artikel ini mengkaji urgensi literasi perpajakan bagi generasi muda serta mengidentifikasi kontribusi nyata Relawan Pajak (Renjani) dalam membantu wajib pajak menghadapi masa transisi tersebut. Melalui pendekatan deskriptif-partisipatif, kegiatan difokuskan pada pendampingan langsung di KPP Pratama Bengkulu Satu, sosialisasi di lingkungan kampus, dan edukasi berbasis media sosial. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kendala utama wajib pajak umumnya berkaitan dengan penyesuaian teknis operasional sistem baru dan sinkronisasi data. Dalam hal ini, Relawan Pajak berperan penting sebagai jembatan informasi yang mampu mengurai kebingungan teknis wajib pajak, sehingga dapat mendukung penguatan ekosistem kepatuhan pajak nasional secara lebih optimal.
Copyrights © 2026