This study aims to analyze the application of target costing and product diversification in improving production cost efficiency at Mawlagifood MSME. This research employed a quantitative approach with a descriptive case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed using target costing, value engineering, and production cost efficiency calculations. The results show that the application of target costing through value engineering reduced total production costs from IDR 1,057,148 to IDR 939,980, representing a decrease of 11.09%, while gross profit increased from IDR 217,852 to IDR 335,020, representing an increase of 53.79%. Production cost efficiency for Mentai Dimsum improved, as indicated by a decrease in the production cost-to-selling price ratio from 81.34% to 75.07%, while the ratio for Fried Dimsum decreased from 83.01% to 76.35%. Product diversification through the development of Lava Dimsum and Fried Mentai Dimsum showed different cost structures and, based on cost estimates, remained within the predetermined target cost. The novelty of this study lies in integrating target costing and product diversification to analyze production cost efficiency in a food-sector MSME, including evaluating the costs of products that are still in the planning stage. The findings indicate that target costing supported by value engineering and product diversification management can serve as a cost control and business development strategy. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan target costing dan diversifikasi produk dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi pada UMKM Mawlagifood. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan target costing, value engineering, dan perhitungan efisiensi biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan target costing melalui value engineering mampu menurunkan total biaya produksi dari Rp1.057.148 menjadi Rp939.980 atau sebesar 11,09% dan meningkatkan laba kotor dari Rp217.852 menjadi Rp335.020 atau sebesar 53,79%. Efisiensi biaya produksi Dimsum Mentai meningkat dengan ditunjukkan oleh penurunan rasio biaya produksi terhadap harga jual dari 81,34% menjadi 75,07%, sedangkan Dimsum Goreng menurun dari 83,01% menjadi 76,35%. Diversifikasi melalui pengembangan Dimsum Lava dan Dimsum Goreng Mentai menunjukkan struktur biaya yang berbeda dan secara estimasi masih berada dalam batas biaya yang ditetapkan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian target costing dan diversifikasi produk untuk menganalisis efisiensi biaya produksi pada UMKM sektor makanan, termasuk evaluasi biaya produk yang masih dalam tahap perencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan target costing yang didukung value engineering dan pengelolaan diversifikasi produk dapat menjadi strategi pengendalian biaya dan pengembangan usaha.
Copyrights © 2026