Industri makanan merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dan PT XYZ menjadi salah satu pabrik terbesar yang memproduksi produk makanan dan minuman dalam grupnya. Aktivitas produksi masih menghadapi permasalahan berupa tingginya jumlah reject pada proses packing yang berdampak pada penurunan efisiensi dan peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab reject packing serta merumuskan dan mengevaluasi solusi perbaikan melalui integrasi metode Statistical Process Control (SPC), Root Cause Analysis (RCA), dan Six Sigma. Data reject periode April–September 2025 dianalisis menggunakan SPC, perhitungan DPMO dan level sigma, diagram Fishbone, serta rekomendasi perbaikan dengan metode 5W+1H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reject tertinggi terjadi pada primary packaging dengan jumlah 514.874 unit, terutama pada mesin A1 dan A2 di Area Produksi A, dengan level sigma masing-masing 3,241 dan 3,499. Faktor penyebab utama berasal dari aspek manusia, mesin, metode, dan material. Setelah penerapan usulan perbaikan, tingkat reject primary packaging menurun dari 4,27% menjadi 0,55% atau berkurang sebesar 3,72 poin persentase. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi SPC, RCA, dan Six Sigma efektif dalam mengurangi reject packing serta meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi di PT XYZ.
Copyrights © 2026