Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2025 di Perairan Selat Air Hitam, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis konsentrasi nitrat, fosfat, dan kelimpahan fitoplankton, serta mengkaji hubungan nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton di Perairan Selat Air Hitam. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan saat kondisi air pasang. Analisis sampel nitrat dan fosfat diukur menggunakan spektrofotometer, sedangkan kelimpahan fitoplankton dihitung menggunakan rumus modifikasi Lackey Drop Microtransecting Methods melalui pengamatan mikroskop 12 lapang pandang. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan statistik menggunakan Uji Anova serta Uji Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi rata-rata nitrat berkisar antara 0,103–0,190 mg/L, dengan nilai tertinggi di Stasiun 2 akibat limbah pemukiman dan aktivitas pelabuhan. Konsentrasi rata-rata fosfat berkisar antara 0,032–0,060 mg/L, dengan nilai tertinggi di Stasiun 3. Fitoplankton yang ditemukan terdiri dari 6 kelas dan 12 spesies, dengan nilai kelimpahan berkisar antara 1.475,97–3.074,95 ind/L. Kelimpahan tertinggi dijumpai pada Stasiun 1 yang didukung oleh keberadaan ekosistem hutan mangrove sebagai penyuplai hara alami. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara simultan, konsentrasi nitrat dan fosfat memiliki hubungan yang signifikan dengan kelimpahan fitoplankton (r = 0,730; R² = 0,533; p < 0,05). Namun, secara parsial koefisien regresi kedua variabel tersebut bernilai negatif, yang mengindikasikan pola penurunan kelimpahan fitoplankton pada kondisi kadar nutrien tinggi di titik pengamatan tertentu. Pola ini diduga terkait dengan faktor pembatas fisik-kimia lain yang tidak diukur dalam penelitian ini, seperti tingkat kekeruhan perairan, sehingga diperlukan kajian lanjutan untuk mengonfirmasi faktor penyebabnya.
Copyrights © 2026