Diabetes melitus dengan nefropati diabetik dapat meningkatkan risiko terjadinya permasalahan terkait obat (Drug-Related Problems/DRPs) karena penurunan fungsi ginjal yang mempengaruhi proses ekskresi obat. Pasien nefropati diabetik memerlukan penyesuaian dosis terapi dan pengobatan untuk mencegah ketidaktepatan pengobatan serta menurunkan risiko terjadinya interaksi obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor yang mempengaruhi kejadian DRP pada pasien diabetes melitus dengan komplikasi nefropati diabetik di Rumah Sakit X. Metode penelitian ini menggunakan rancangan non-eksperimental yang bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien. Subjek penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus dengan komplikasi nefropati diabetik di Rumah Sakit X pada periode Maret sampai Agustus 2025 yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 pasien. Hasil dari 30 data rekam medis menunjukkan bahwa diabetes melitus dengan komplikasi nefropati diabetik paling banyak terjadi pada perempuan (76,7%), usia 19-59 tahun (73,3%) dengan penyakit penyerta paling banyak hipertensi (76,7%). Kejadian DRP pada pasien diabetes melitus dengan komplikasi nefropati diabetik sebanyak 145 kasus meliputi interaksi obat (75,9%), dosis kurang (9,7%), dosis lebih (6,2%), obat tidak tepat (4,1%), efek samping obat (2,7%), indikasi tanpa terapi (1,4%), dan terapi tanpa indikasi (0%). Berdasarkan uji regresi logistik, karakteristik pasien yaitu jenis kelamin, usia, jumlah penyakit penyerta, jumlah obat DM, dan jumlah obat yang diresepkan tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian DRP karena seluruh variabel memiliki nilai p > 0,05.
Copyrights © 2026