Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan digitalisasi verifikasi SPM, mengidentifikasi kendala, serta mendeskripsikan kontribusinya terhadap akuntabilitas keuangan daerah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan verifikasi dilaksanakan melalui tiga tahap: pemeriksaan pencatatan SPM di buku persediaan atau buku inventaris, pencocokan nilai nominal, dan penelaahan kode rekening belanja. Kendala yang ditemukan meliputi gangguan server, insiden keamanan siber, ketidaktertiban pencatatan OPD, serta rendahnya pemahaman petugas terhadap klasifikasi rekening belanja yang mengakibatkan selisih pencatatan saat rekonsiliasi akhir periode. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa digitalisasi verifikasi SPM merupakan instrumen pengendalian internal sekaligus sarana pembinaan OPD yang berkontribusi nyata terhadap akuntabilitas keuangan daerah. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi BPPKAD dalam menyempurnakan sistem Versi Barada-e, dan secara akademis diharapkan memperkaya literatur digitalisasi pengelolaan keuangan daerah sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya.
Copyrights © 2026