Penyakit inflamasi kulit atau jerawat, utamanya dipicu oleh hiperaktivitas kelenjar sebaceous yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Daun gedi (Abelmoschus manihot L.) diketahui mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, saponin, serta tanin yang memiliki khasiat antibakteri terhadap kedua bakteri tersebut. Studi eksperimental ini dilakukan untuk menganalisis dampak penggunaan variasi humektan—yakni propilen glikol, gliserin, dan sorbitol—pada konsentrasi 15% terhadap kualitas fisik sediaan masker gel peel off berbahan dasar ekstrak etanol daun gedi. Pengujian fisik mencakup evaluasi organoleptis, homogenitas, nilai pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, durasi pengeringan, serta uji stabilitas (cycling test). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik visual berupa warna coklat yang seragam, homogen, serta nilai pH 5 yang masuk dalam standar sediaan topikal. Secara rinci, Formula III (sorbitol) menunjukkan daya lekat optimal (8,25 ± 0,18 detik), Formula I (propilen glikol) memberikan daya sebar terluas (5,57-6,43 ± 0,43cm) dengan waktu kering tercepat (24,66±0,42menit), dan Formula II (gliserin) menghasilkan viskositas terbaik (3,1186 ± 385 cPs) yang paling sesuai dengan standar. Selain itu, seluruh formula terbukti stabil melalui uji cycling test. Sebagai simpulan, perbedaan jenis humektan memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat fisik sediaan, di mana Formula II (gliserin) terpilih sebagai formula yang paling unggul berdasarkan parameter viskositasnya.
Copyrights © 2026