Pharmacoscript
Vol. 9 No. 2 (2026): Pharmacoscript

PENGGUNAAN MEROPENEM PADA PASIEN RAWAT INAP: RASIONALITAS BERDASARKAN METODE GYSSENS DAN BIAYA MEDIS LANGSUNG

Saputra Erwin Yuliana (Program Studi Magister Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia)
Sukmawati Ika Kurnia (Program Studi Magister Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia)
Fatin Mia Nisrina Anbar (Program Studi Magister Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Penggunaan meropenem sebagai antibiotik golongan karbapenem perlu dilakukan secara rasional untuk menekan resistensi antimikroba dan mengoptimalkan penggunaan antibiotik di rumah sakit. Namun, bukti mengenai ketepatan penggunaan meropenem serta hubungannya dengan biaya medis langsung pada pasien yang menjalani perawatan inap masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan meropenem menggunakan metode Gyssens serta menganalisis hubungannya dengan biaya medis langsung. Penelitian observasional analitik dengan desain retrospektif melibatkan 297 pasien dewasa dengan berbagai diagnosis klinis yang mendapatkan terapi meropenem selama menjalani perawatan di rumah sakit. Rasionalitas penggunaan antibiotik dievaluasi menggunakan metode Gyssens, sedangkan biaya medis langsung dihitung dari perspektif rumah sakit. Perbedaan biaya antara kelompok rasional dan tidak rasional dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney, sedangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan total biaya medis langsung dianalisis menggunakan regresi linear multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 226 pasien (76,1%) menerima terapi meropenem secara rasional, sedangkan 71 pasien (23,9%) tergolong tidak rasional, terutama akibat ketidaktepatan pemilihan antibiotik, durasi terapi yang melebihi rekomendasi, dan ketidaktepatan dosis. Pada analisis bivariat, kelompok rasional memiliki median biaya antibiotik yang lebih rendah (Rp378.000 [IQR:331.154] vs Rp590.292 [IQR:615.390]), tetapi median total biaya medis langsung lebih tinggi (Rp12.719.782 [IQR:20.364.548] vs Rp8.608.013 [IQR:13.705.190]). Namun, setelah penyesuaian terhadap faktor perancu, rasionalitas penggunaan meropenem tidak berhubungan secara independen dengan total biaya medis langsung (p=0,446). Penggunaan meropenem yang rasional berkaitan dengan biaya antibiotik yang lebih rendah, tetapi tidak berhubungan secara independen dengan total biaya medis langsung, yang lebih dipengaruhi oleh tingkat keparahan penyakit, kebutuhan tindakan medis, dan kompleksitas pelayanan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

PHARMACOSCRIPT

Publisher

Subject

Chemistry Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang ...