Stunting dan penurunan status gizi pada masyarakat memerlukan intervensi melalui inovasi nutraseutikal berkualitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi karakteristik nutraseutikal sediaan serbuk instan berbasis kombinasi sari rimpang temulawak, susu cair, dan kuning telur. Metode penelitian diawali dengan determinasi tanaman temulawak yang diperoleh dari Kabupaten Majalengka. Pengeringan ketiga bahan utama dilakukan secara terpisah menggunakan metode pengeringan beku (freeze drying) pada suhu -56 derajat Celsius selama tiga minggu hingga terbentuk serbuk, yang kemudian diformulasikan menjadi tiga variasi formula dengan penambahan maltodextrin dan sukralosa. Uji proksimat dilakukan mencakup parameter kadar air, abu, protein, lemak, serat, dan gula total berdasarkan standar regulasi yang berlaku. Hasil uji menunjukkan ketiga formula memiliki kadar protein yang sangat tinggi berkisar antara 50,02% hingga 71,07%, jauh melampaui batas minimal standar sebesar 23%. Parameter kadar lemak (10,09–11,86%) dan serat total (0,04–0,06%) juga telah memenuhi prasyarat mutu. Namun, kadar air (5,26–5,69%) sedikit melebihi batas maksimal 5%, dan kadar gula total (70,69–75,41%) berada jauh di atas batas maksimal sebesar 42%. Kesimpulannya, produk serbuk instan kombinasi susu, kuning telur, dan temulawak ini memiliki potensi besar sebagai nutraseutikal tinggi protein, tetapi memerlukan optimasi lanjutan pada proses pengeringan dan pengurangan penggunaan komponen gula untuk menurunkan kadar air serta kadar gula total agar memenuhi standar mutu secara komprehensif.
Copyrights © 2026