Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Regional fiscal independence reflects a local government's ability to finance public administration and development through Locally-Generated Revenue (PAD) without depending on transfers from the central government. Bandung City, despite a relatively high tax effort and stable pre-pandemic economic growth, shows a fluctuating and at times contradictory relationship between these two indicators and its fiscal independence during 2014–2023: a decline in tax effort was followed by rising fiscal independence, high growth failed to lift fiscal independence, and fiscal independence peaked precisely when growth slowed. This study examines the effect of tax effort and economic growth on the fiscal independence of Bandung City, partially and simultaneously, using annual time series data from the Central Bureau of Statistics processed through multiple linear regression in EViews 13. The results show that tax effort has a positive and significant effect on fiscal independence, while economic growth has no significant effect, with both variables jointly explaining 72.09% of the variation in fiscal independence (R²). The findings indicate that an expanding tax base resulting from economic growth does not automatically strengthen fiscal independence unless matched by adequate administrative capacity to convert that base into real local revenue. Abstrak. Kemandirian fiskal daerah mencerminkan kemampuan pemerintah daerah membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa terlalu bergantung pada dana transfer pemerintah pusat. Kota Bandung, sebagai daerah dengan tax effort yang relatif tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil sebelum pandemi, justru menunjukkan pola hubungan yang fluktuatif dan cenderung kontradiktif dengan kemandirian fiskalnya selama tahun 2014–2023: penurunan tax effort justru diikuti peningkatan kemandirian fiskal, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum mampu mendorong kemandirian fiskal, serta lonjakan kemandirian fiskal justru terjadi ketika pertumbuhan ekonomi melambat. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh tax effort dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemandirian fiskal Kota Bandung, baik secara parsial maupun bersama-sama, menggunakan data time series tahunan dari Badan Pusat Statistik yang diolah melalui analisis regresi linier berganda dengan aplikasi Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tax effort berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian fiskal, sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan, dengan kedua variabel secara bersama-sama mampu menjelaskan 72,09% variasi kemandirian fiskal (R²). Temuan ini menunjukkan bahwa perluasan basis pajak akibat pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta memperkuat kemandirian fiskal apabila tidak diimbangi dengan kapasitas administrasi yang memadai untuk mengonversi basis tersebut menjadi penerimaan daerah yang nyata.
Copyrights © 0000