Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap financial distress serta menganalisis peran kualitas audit sebagai variabel moderasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2024. Berlandaskan signaling theory (Spence, 1973), pengungkapan ESG dipandang sebagai sinyal positif untuk mengurangi asimetri informasi. Sampel terdiri dari 32 perusahaan perbankan yang dipilih melalui purposive sampling dari total populasi 47 perusahaan, menghasilkan 128 observasi. Financial distress diukur menggunakan rasio Non-Performing Loan (NPL), ESG diukur berdasarkan standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021, dan kualitas audit diproksikan dengan afiliasi KAP Big Four menggunakan variabel dummy. Analissi data menggunakan regresi data panel dengan perangkat lunak eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress, demikian pula kualitas audit secaa langsung. Namun, variabel interaksi antara ESG dan kualitas audit terbukti berpengaruh positif dan signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas audit mampu memoderasi hubungan antara pengungkapan ESG dan financial distress, di mana kredibilitas informasi ESG yang didukung oleh audit berkualitas tinggi memiliki peran kondisional dalam ememngaruhi kondisi keuangan perusahaan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur akuntansi berkelanjutan dengan membuktikan peran pure moderator dari kualitas audit di sektor perbankan Indonesia.
Copyrights © 2026