Indonesia memiliki sekitar 3,3 juta hektar hutan mangrove atau 23% dari total mangrove dunia (Kementerian LHK, 2016). Salah satu kawasan potensial adalah Taman Wisata Alam Mangrove Kapuk Muara, Jakarta Utara. Namun, kawasan ini menghadapi penurunan kualitas akibat pencemaran, kurangnya perawatan, dan minimnya fasilitas inklusif (Pemprov DKI Jakarta, 2015). Tugas akhir ini merancang resort ramah lingkungan berbasis eko arsitektur dan desain inklusif yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan konservasi mangrove. Mengacu pada teori Shirvani (1985), proyek ini bertujuan mendukung pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan wisata berkelanjutan di kawasan pesisir. Kata Kunci : Eko-arsitektur, Desain inklusif, Resort ramah lingkungan, Mangrove, Kapuk Muara
Copyrights © 2026