Kopi arabika merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang kualitas dan produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tumbuh, terutama ketinggian tempat, mikroklimat, dan kesuburan tanah. Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, memiliki potensi pengembangan kopi arabika varietas Sigararutang pada berbagai ketinggian tempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesesuaian lahan dan kualitas kopi arabika berdasarkan kondisi mikroklimat dan status hara makro tanah pada ketinggian 1.200 mdpl dan 1.500 mdpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 dengan metode pengukuran langsung terhadap intensitas cahaya, suhu, kelembaban udara, serta analisis unsur hara N, P, K dan pH tanah. Selain itu, kualitas biji kopi dianalisis melalui pengukuran nilai brix. Metode deskriptif komparatif digunakan untuk menjelaskan data hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketinggian tempat menurunkan intensitas cahaya dan suhu udara, namun meningkatkan kelembaban udara dan nilai brix kopi. Ketinggian 1.500 mdpl menghasilkan kualitas biji lebih baik dengan nilai brix mencapai 13° Brix, sedangkan ketinggian 1.200 mdpl memiliki kandungan unsur hara P dan K lebih tinggi. Pada ketinggian tempat 1.200 intensitas cahaya sebesar 2.950 lux sedangkan pada ketinggian ke 1.500 mdpl menurun menjadi 1.000 lux dan suhu udara menurun dari 29,67oC menjadi 20°C, namun semakin tinggi tempatnya dapat meningkatkan kelembaban udara menjadi 75%. Meskipun demikian, kedua lokasi masih memiliki faktor pembatas berupa intensitas cahaya yang rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wilayah Sawangan berpotensi untuk pengembangan kopi arabika berkualitas, namun memerlukan pengelolaan budidaya yang tepat melalui pengaturan naungan, pemupukan, dan pemangkasan.
Copyrights © 2026