Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) merupakan solusi strategis penguatan ketahanan pangan keluarga karena produktivitasnya tinggi dan mudah dipelihara. Namun, peternak ayam KUB skala rumah tangga di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang masih terkendala dalam penetasan karena mesin tetas kelompok belum dimanfaatkan optimal akibat minimnya keterampilan teknis pengaturan suhu, kelembapan, dan pembalikan telur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menganalisis kebutuhan peternak, mengembangkan inovasi mesin tetas berbasis kesejahteraan hewan dengan konsep Kandang Bahagia, mendampingi penerapannya, serta mengevaluasi efektivitas dan keterimaannya, menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE pada 25 peternak. Hasil analisis kebutuhan berkategori tinggi (79,68%) menjadi dasar pengembangan mesin tetas semi otomatis berkapasitas 30 butir telur dengan thermostat digital (suhu 37–38°C, kelembapan 55–65%) berbiaya sekitar Rp244.000 per unit. Validasi ahli memperoleh skor 98% dan uji coba produk 85% (sangat layak). Pendampingan kepada dua peternak kunci selama tiga periode inkubasi meningkatkan daya tetas dari 75% menjadi 90%, sedangkan kemandirian peternak meningkat dari 57% menjadi 89% (growth 57,14%). Tingkat keterimaan inovasi oleh 25 peternak mencapai 88,50% (sangat baik), menunjukkan inovasi ini mampu meningkatkan kemandirian peternak dalam penyediaan bibit ayam KUB secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026