Ibu hamil di wilayah rawan bencana menghadapi berbagai hambatan dalam mempertahankan pemberian ASI eksklusif, seperti stres psikologis, terganggunya akses pelayanan kesehatan, dan rendahnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kondisi ini dapat menurunkan Breastfeeding Self-Efficacy dan keberhasilan menyusui. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas Promosi Kesehatan Berbasis Disaster Preparedness dalam meningkatkan Breastfeeding Self-Efficacy dan keberhasilan ASI eksklusif pada ibu hamil trimester III. Metode penelitian menggunakan desain quasi experimental one group pretest–posttest longitudinal pada 33 ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang. Intervensi diberikan selama delapan minggu. Breastfeeding Self-Efficacy diukur menggunakan BSES-SF, sedangkan keberhasilan ASI eksklusif dipantau hingga bayi berusia enam bulan. Analisis menggunakan paired t-test, Fisher Exact, dan regresi logistik. Hasil: Skor Breastfeeding Self-Efficacy meningkat signifikan dari 43,91±5,84 menjadi 61,18±4,72 (p<0,001). Sebanyak 84,8% responden berhasil memberikan ASI eksklusif, dan Breastfeeding Self-Efficacy berhubungan signifikan dengan keberhasilan ASI eksklusif (p=0,011). Disimpulkan promosi Kesehatan Berbasis Disaster Preparedness efektif meningkatkan Breastfeeding Self-Efficacy dan mendukung keberhasilan ASI eksklusif di wilayah rawan bencana.Kata kunci: ASI eksklusif, Breastfeeding Self-Efficacy, kesiapsiagaan bencana, promosi kesehatan.
Copyrights © 2026