Kapal nelayan di Indonesia rentan terhadap kecelakaan akibat tabrakan, salah alur, terutama saat visibilitas rendah menuju daerah penangkapan ikan. Kajian ini menunjukkan efektivitas pelampung tanda sebagai alat bantu navigasi untuk keselamatan nelayan menuju zona penangkapan ikan, mengidentifikasi hambatan implementasi, serta mengkaji inovasi pelampung suar modern. Kajian ini menggunakan metode studi literatur deskriptif kualitatif melalui jurnal ilmiah, laporan pemerintah, dan dokumen lembaga. Hasil utama menunjukkan pelampung tanda mengurangi risiko kecelakaan secara signifikan didukung dengan distribusi merata, perawatan berkala, dan pemahaman navigasi nelayan yang baik. Tantangan utama meliputi kesenjangan infrastruktur regional, kendala anggaran, kondisi oseanografi yang dinamis, dan rendahnya pemahaman nelayan. Inovasi panel surya, penerangan LED, dan IoT menjanjikan peningkatan keandalan operasional. Oleh karena itu, pendekatan kebijakan berbasis data terintegrasi yang dikombinasikan dengan peningkatan kapasitas nelayan sangat penting untuk keselamatan maritim yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026