Osteoarthritis (OA) genu bilateral merupakan gangguan degeneratif pada sendi lutut yang dapat menyebabkan nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS), kelemahan otot, dan gangguan aktivitas fungsional. Penatalaksanaan fisioterapi diperlukan untuk mengurangi keluhan dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan nyeri, LGS, kekuatan otot quadriceps, dan kemampuan fungsional pada pasien osteoarthritis genu bilateral setelah pemberian kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan quadriceps exercise. Penelitian menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien laki-laki berusia 55 tahun dengan diagnosis osteoarthritis genu bilateral yang menjalani enam sesi fisioterapi di Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad. Evaluasi dilakukan secara serial menggunakan Visual Analog Scale (VAS) untuk mengukur nyeri, goniometer untuk mengukur LGS, Manual Muscle Testing (MMT) untuk menilai kekuatan otot, dan Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) untuk mengevaluasi kemampuan fungsional. Setelah enam sesi terapi, nyeri diam pada genu dextra menurun dari skor 3 menjadi 1, nyeri tekan dari 4 menjadi 2, dan nyeri gerak dari 6 menjadi 2. Pada genu sinistra, nyeri diam menurun dari 3 menjadi 1, nyeri tekan dari 5 menjadi 2, dan nyeri gerak dari 7 menjadi 2. LGS fleksi meningkat dari 110° menjadi 125° pada genu dextra dan dari 105° menjadi 120° pada genu sinistra. Kekuatan otot quadriceps meningkat dari MMT grade 4 menjadi grade 5, disertai perbaikan kemampuan fungsional berdasarkan evaluasi WOMAC. Setelah enam sesi fisioterapi, pasien menunjukkan perubahan klinis positif berupa penurunan nyeri, peningkatan LGS fleksi, peningkatan kekuatan otot quadriceps, dan perbaikan kemampuan fungsional. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi TENS dan quadriceps exercise dapat menjadi bagian dari penatalaksanaan fisioterapi pada kasus osteoarthritis genu bilateral.
Copyrights © 2026