Kabupaten Polewali Mandar sebagai sentra produksi padi di Sulawesi Barat menghadapi tantangan serius akibat ketidakpastian musim, kekeringan, dan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan penghidupan petani padi terhadap variabilitas iklim menggunakan pendekatan Livelihood Vulnerability Index (LVI) serta mengidentifikasi strategi adaptasi yang dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Juli hingga Agustus 2025 dengan metode pengambilan sampel probability sampling terhadap 60 rumah tangga petani padi. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan perhitungan LVI yang mencakup tiga komponen utama yaitu paparan (exposure), sensitivitas (sensitivity), dan kapasitas adaptif (adaptive capacity), serta analisis deskriptif terhadap strategi adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai LVI sebesar 0,478 yang termasuk dalam kategori kerentanan sedang. Komponen sensitivitas memiliki nilai tertinggi, terutama pada indikator ketergantungan terhadap satu sumber air (0,900). Paparan tertinggi terjadi pada indikator pergeseran musim (0,533), sedangkan kapasitas adaptif terendah pada indikator tidak menerima bantuan (0,750) dan tidak melakukan diversifikasi usaha (0,617). Strategi adaptasi yang paling dominan adalah mengganti jenis varietas (75%) dan membuat sumur bor (61,7%).
Copyrights © 2026