Permasalahan sampah plastik di Desa Penompo tidak hanya berkaitan dengan pencemaran lingkungan, tetapi juga belum optimalnya pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan, kreativitas, keterampilan creative upcycling, dan pemahaman awal kewirausahaan pada anak-anak melalui edukasi ecopreneurship. Kegiatan melibatkan tujuh anak dengan pendekatan partisipatif berbasis experiential learning. Pelaksanaan meliputi pre-assessment observasional, edukasi pengelolaan sampah, demonstrasi dan praktik pengolahan tutup botol serta limbah plastik menjadi gantungan kunci, pengenalan nilai guna dan nilai jual, simulasi pemasaran sederhana, serta post-assessment. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengolah limbah plastik menjadi gantungan kunci dengan pendampingan dan menunjukkan perkembangan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah, nilai guna produk, serta potensi nilai ekonominya. Peserta juga memperoleh pengalaman awal dalam mengenali keterkaitan antara kreativitas, produk, harga, dan pemasaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa creative upcycling dapat digunakan sebagai media edukasi lingkungan dan pengenalan ecopreneurship pada anak. Pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat keterampilan, diversifikasi produk, dan pemahaman kewirausahaan peserta
Copyrights © 2026