Prevalensi ISPA setiap tahun selalu meningkat dan berdampak pada penurunan status kesehatan seseorang. Penanganan ISPA dapat dilakukan melalui 2 (dua) tahap, yaitu melalui pengobatan farmakologis dan non-farmakologis. Penanganan non-farmakologis ISPA dapat dilakukan dengan melakukan latihan pernapasan dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan pernapasan dalam terhadap laju pernapasan pada pasien ISPA di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian satu kelompok pre-test dan post-test non-ekuivalen. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pasien ISPA yang dirawat di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung dari Januari hingga Februari 2025, berjumlah 18 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan menggunakan uji t berpasangan. Berdasarkan uji statistik, diperoleh nilai p sebesar 0,000, atau nilai p <0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan pernapasan dalam terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada pasien ISPA di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung pada tahun 2024. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi kesehatan agar dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang pengaruh latihan pernapasan dalam terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada pasien ISPA
Copyrights © 2026