Persalinan prematur masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berbagai faktor maternal, seperti usia ibu, paritas, anemia, dan Ketuban Pecah Dini (KPD), diketahui berpotensi memengaruhi terjadinya persalinan prematur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh usia ibu, paritas, anemia, dan KPD terhadap kejadian persalinan prematur di RSUD Cibinong Tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Cibinong pada tahun 2024 sebanyak 403 orang. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh sampel sebanyak 235 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paritas (OR = 6,736; p < 0,001) dan Ketuban Pecah Dini (KPD) (OR = 2,115; p = 0,026) berpengaruh signifikan terhadap kejadian persalinan prematur. Sebaliknya, usia ibu (OR = 0,976; p = 0,378) dan anemia (OR = 1,263; p = 0,588) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Model regresi logistik biner memiliki ketepatan klasifikasi sebesar 73,2% dalam memprediksi kejadian persalinan prematur. Dengan demikian, paritas dan Ketuban Pecah Dini (KPD) berpengaruh terhadap kejadian persalinan prematur di RSUD Cibinong Tahun 2024, sedangkan usia ibu dan anemia tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Copyrights © 2026