Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi aktivitas audit internal dalam mencapai keberlanjutan keuangan pada unit usaha swadaya. Studi kasus dilakukan pada berbagai instansi pemerintah daerah di Provinsi Nineveh untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas audit internal dalam mendukung keberlanjutan keuangan masih tergolong lemah. Hal ini disebabkan oleh minimnya implementasi paradigma audit internal modern serta ketiadaan program audit yang terstruktur secara khusus untuk keberlanjutan keuangan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya optimalisasi fungsi konsultatif audit internal yang berfokus pada keberlanjutan keuangan, efisiensi pengeluaran, dan maksimalisasi pendapatan. Selain itu, auditor internal disarankan untuk mengukur keberlanjutan keuangan melalui pelaporan keuangan berbasis indikator kuantitatif yang terukur dan spesifik.
Copyrights © 2026