Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular memerlukan penanganan yang komprehensif dalam kaskade pengobatan. Penemuan kasus TB yang rendah terjadi akibat kurangnya pengetahuan/kesadaran masyarakat untuk ke layanan kesehatan, dan edukasi kepada masyarakat menjadi jalan keluar untuk meningkatkan pengetahuan. Masalah di puskesmas adalah tenaga kesehatan kurang, sehingga layanan dan edukasi tidak maksimal. Tujuan penelitian untuk menilai apakah kader kesehatan mampu membantu melakukan edukasi tentang TB sehingga bisa melengkapi kekurangan tenaga kesehatan. Penelitian dilakukan dengan desain quasy experiment, two group pre-post test, pada masyarakat di wilayah kerja 6 puskesmas di Kota Ternate. Kegiatan menggunakan lembar edukasi yang dibuat menggunakan bahasa Ternate. Dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok edukasi oleh tenaga kesehatan dan oleh kader kesehatan. Dilakukan pre-test, edukasi dan post- test. Kriteria inklusi: usia ?18 tahun, melek huruf, dan bersedia. Uji Wilcoxon untuk efektivitas tiap kelompok; uji Mann Whitney untuk beda hasil post-test dan peningkatan skor antar kelompok. Hasil: Telah dilakukan edukasi pada 81 orang, yang dilakukan tenaga kesehatan sebanyak 40 orang dan oleh kader kesehatan 41 orang. Didapatkan hasil yang bermakna secara statistik pada kelompok kader kesehatan dengan ?= 0,000 dan bermakna secara statistik pada kelompok tenaga kesehatan dengan ?= 0,000 Kesimpulan: Edukasi tentang TB yang dilakukan tenaga kesehatan maupun kader kesehatan menunjukkan efektifitas yang sama dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TB, sehingga kader bisa melengkapi kekurangan tenaga kesehatan di puskesmas dalam program edukasi.
Copyrights © 2026