Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pendidikan bahasa dan budaya Jepang pra-keberangkatan di lembaga pengirim dengan realitas kerja yang dihadapi pemagang teknis di Jepang. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau ulang efektivitas pendidikan pra-keberangkatan dalam mempersiapkan peserta menghadapi lingkungan kerja Jepang melalui pendekatan autoetnografi praktisi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan autoetnografi analitis, dengan sumber data berupa dokumen kurikulum, angket 86 pemagang teknis, serta 45 laporan kasus pemagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pra-keberangkatan masih berfokus pada adaptasi normatif seperti disiplin, sopan santun, dan Hou-Ren-Sou, namun belum sepenuhnya mampu menjembatani kebutuhan komunikasi kerja nyata. Pemagang masih mengalami kesulitan dalam memahami bahasa kerja, istilah teknis, dialek, serta instruksi implisit, dan cenderung mengandalkan strategi adaptasi mandiri di tempat kerja. Pembahasan menunjukkan adanya kesenjangan antara materi pendidikan dan realitas kerja yang bersifat dinamis dan kontekstual. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya pengembangan pendidikan pra-keberangkatan yang lebih kontekstual, komunikatif, dan reflektif melalui simulasi situasi kerja, penguatan komunikasi praktis, serta pemahaman budaya Jepang yang lebih beragam.
Copyrights © 2026