Pendahuluan: Kanker serviks merupakan kanker yang banyak terjadi pada perempuan. WHO memperkirakan terdapat 604.000 kasus baru dan 280.000 kematian akibat kanker serviks pada tahun 2024 (World Health Organization, 2026). Di Indonesia, cakupan deteksi dini kanker serviks masih rendah. Pada 2022–2024, baru 23,59% perempuan usia 30–50 tahun yang melakukan deteksi dini(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2024). Di Provinsi Jambi, cakupannya juga masih bervariasi, yaitu 4,02%–34,53% Di Provinsi Jambi, cakupannya juga masih bervariasi, yaitu 4,02%–34,53%.(Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, 2024) Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif Pre-Eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest design. Sampel penelitian sebanyak 35 wanita usia subur yang dipilih menggunakan teknik Total Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Pre dan Post diberikan edukasi Pap Smear berbasis leaflet. Analisis data menggunakan Uji Statistik Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi Pap Smear berbasis leaflet, dengan nilai p = 0,000 dan sikap dengan nilai p = 0,046 Rekomendasi: Edukasi Pap Smear berbasis leaflet dapat digunakan sebagai salah satu media edukasi kesehatan reproduksi untuk meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks
Copyrights © 2026