Penerapan arsitektur multi-tenant pada Software Defined Network (SDN) semakin berkembang, namun masih menghadapi tantangan dalam menjamin isolasi antar-tenant, keamanan jaringan, serta kualitas layanan (Quality of Service/QoS). Penelitian sebelumnya umumnya menerapkan isolasi berbasis VLAN atau network slicing secara terpisah sehingga belum mampu memberikan perlindungan menyeluruh terhadap serangan lintas tenant maupun alokasi sumber daya yang optimal. Penelitian ini bertujuan merancang dan memvalidasi kerangka kerja SDN multi-tenant yang mengintegrasikan mekanisme isolasi berbasis VLAN, network slicing, dynamic policy enforcement berbasis OpenFlow, serta QoS adaptif dalam satu arsitektur terpadu. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan proof of concept melalui implementasi pada emulator Mininet, Ryu Controller berbasis Python, Open vSwitch, dan protokol OpenFlow. Evaluasi dilakukan melalui pengujian konektivitas, pengukuran QoS, serta simulasi serangan DDoS SYN Flood pada berbagai skenario. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framework mampu mencapai isolasi penuh antar-tenant, meningkatkan throughput rata-rata sebesar 27,4% (490.284 Kbps menjadi 624.619 Kbps), menurunkan packet loss sebesar 84,5% (1,621% menjadi 0,252%), serta menurunkan delay rata-rata dari 0,440 ms menjadi 0,388 ms. Pada skenario serangan DDoS hingga 30 node penyerang, tenant yang tidak menjadi target tetap mempertahankan kualitas layanan kategori sangat baik berdasarkan standar TIPHON. Dengan demikian, framework yang diusulkan terbukti efektif dalam meningkatkan keamanan, performa jaringan, dan ketahanan terhadap serangan siber sehingga berpotensi diterapkan pada lingkungan cloud computing dan data center modern.
Copyrights © 2026