Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) menjadi isu yang semakin mendesak di Indonesia, terutama seiring meningkatnya penggunaan platform digital dan kerentanan perempuan di ruang daring. Komnas Perempuan sebagai lembaga nasional yang memiliki mandat advokasi hak-hak perempuan memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi untuk menyampaikan isu KBGO kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik komunikasi advokasi pada akun Instagram @komnasperempuan dalam merepresentasikan isu KBGO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Qualitative Content Analysis terhadap unggahan Instagram periode Januari hingga April 2026. Dari 99 unggahan, terdapat 11 unggahan terkait KBGO yang dianalisis menggunakan kerangka Information-Community-Action (ICA) dari Lovejoy dan Saxton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu KBGO direpresentasikan melalui empat kategori utama, yaitu online threats, malicious distribution, cyber sexual harassment, dan sexploitation. Kategori online threats menjadi isu paling dominan dengan delapan unggahan, diikuti malicious distribution sebanyak enam unggahan, cyber sexual harassment sebanyak lima unggahan, dan sexploitation sebanyak satu unggahan. Dari sisi fungsi komunikasi, sebagian besar unggahan berada pada tahap informasi, sedangkan fungsi komunitas tidak muncul secara eksplisit, dan fungsi aksi hanya ditemukan dalam satu unggahan. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi advokasi @komnasperempuan lebih berorientasi pada edukasi publik dan advokasi berbasis kebijakan dibandingkan mobilisasi langsung audiens.
Copyrights © 2026