Pembelajaran Bimbingan dan Konseling di perguruan tinggi masih didominasi oleh penyampaian materi secara teoritis sehingga kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik yang autentik relatif terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan praktik konseling, menyusun dokumentasi layanan, serta merancang Program Bimbingan dan Konseling secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam praktik konseling, identifikasi masalah konseli, penyusunan dokumentasi layanan, serta penyusunan Program dan Rancangan Layanan Bimbingan dan Konseling melalui penerapan Project Based Learning (PjBL). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 18 mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha yang mengikuti mata kuliah Bimbingan dan Konseling I. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian praktik, dan penilaian produk, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi mahasiswa pada setiap siklus. Pada Siklus II, seluruh mahasiswa (100%) mampu menyusun Program Bimbingan dan Konseling serta rancangan layanan, sementara sebagian besar mencapai kategori baik hingga sangat baik pada aspek kelengkapan program, kesesuaian dengan kebutuhan, dan sistematika penyusunan. Penerapan PjBL juga meningkatkan keterampilan praktik konseling, kemampuan mengidentifikasi masalah konseli, serta kualitas dokumentasi layanan. Dengan demikian, Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa pada mata kuliah Bimbingan dan Konseling I melalui pengalaman belajar yang autentik, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian proyek.
Copyrights © 2026