Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan dengan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai variabel mediasi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 190 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Hasil evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh indikator memenuhi validitas konvergen dan diskriminan, tidak mengalami masalah kolinearitas kritis, serta memiliki reliabilitas yang sangat baik. Hasil pengujian struktural menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan QRIS dengan koefisien sebesar 0,675 dan p-value <0,001. Literasi keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan dengan koefisien sebesar 0,112 dan p-value 0,031. Selain itu, penggunaan QRIS terbukti memediasi secara positif dan signifikan pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan dengan koefisien tidak langsung sebesar 0,477 dan p-value <0,001. Pengaruh tidak langsung yang lebih besar daripada pengaruh langsung menunjukkan bahwa QRIS berperan sebagai mediator komplementer parsial yang dominan. Temuan ini menegaskan bahwa pengetahuan keuangan akan lebih efektif membentuk perilaku keuangan apabila didukung oleh penggunaan teknologi pembayaran digital yang memudahkan transaksi, pencatatan, dan pemantauan arus kas usaha. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan program literasi keuangan yang terintegrasi dengan pelatihan pemanfaatan QRIS bagi UMKM perempuan.
Copyrights © 2026