Masa kehamilan seringkali menimbulkan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan mental. Faktor-faktor seperti karakteristik individu, dukungan keluarga, dan status ekonomi diduga memiliki peran besar dalam menentukan kondisi kesehatan mental ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik ibu umur, paritas, dan pendidikan, dukungan keluarga, serta status ekonomi dengan kesehatan mental pada ibu hamil. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di TPMB Siti Hamidah, Kabupaten Sukabumi, pada bulan Desember 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 62 ibu hamil yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar dalam pengukuran variabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji fisher exact test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,6% ibu berada pada kelompok usia berisiko, 53,2% memiliki paritas multigravida, dan 51,6% berpendidikan menengah. Sebagian besar ibu memiliki status ekonomi sedang (45,2%), dan 33,9% menunjukkan kondisi kesehatan mental yang memiliki masalah ringan. Hasil analisis memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara umur (p=0,000) dan paritas (p=0,000) dengan kesehatan mental ibu. Namun, pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,051). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p=0,000) dan status ekonomi (p=0,004) dengan kesehatan mental ibu hamil. Kesimpulan, faktor umur, paritas, dukungan keluarga dan status ekonomi berhubungan dengan kesehatan mental ibu hamil, sedangkan tingkat pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan.
Copyrights © 2026