Timbulsloko Sinking Village (TSV), Demak, merupakan kawasan pesisir yang mengalami genangan permanen akibat rob dan penurunan muka tanah, sehingga variasi muka air di wilayah ini tidak selalu sama dengan sinyal pasang surut di perairan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjalaran dan transformasi pasang surut dari Stasiun Pasang Surut Pelabuhan Semarang (PS) menuju stasiun muka air TSV. Data yang digunakan mencakup periode 16 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026. Analisis dilakukan melalui pemrosesan data raw, penyamaan interval waktu menjadi 15 menit, korelasi silang, analisis harmonik menggunakan S_TIDE, rekonstruksi muka air, serta analisis continuous wavelet transform, cross-wavelet transform, dan wavelet coherence. Hasil menunjukkan bahwa muka air di TSV tertinggal sekitar 0,75 jam atau 45 menit terhadap PS, dengan korelasi maksimum 0,897. Rekonstruksi S_TIDE menjelaskan 87,08% varians muka air di PS dan 79,87% di TSV. Sementara itu, komponen M2 menunjukkan lag 0,81 jam dengan rasio amplitudo TSV/PS sebesar 0,688. Hal tersebut mengindikasikan atenuasi komponen semidiurnal utama. Wavelet coherence memperlihatkan hubungan kuat antara kedua stasiun pada band semidiurnal dan diurnal, dengan mean coherence masing-masing 0,965 dan 0,991. Selain itu, komponen perairan dangkal MO3, M4, dan M8 memiliki amplitudo lebih tinggi di TSV dibanding di PS. Dengan demikian, komponen perairan dangkal menunjukkan adanya indikasi deformasi nonlinier di TSV. Hasil ini menunjukkan bahwa sinyal pasang surut di TSV tidak hanya mengalami keterlambatan, tetapi juga atenuasi dan transformasi harmonik akibat kondisi lokal kawasan sinking village.
Copyrights © 2026