Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Festival Petik Melon Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi transaksi bagi pengunjung serta pelaku usaha mikro dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Bhakti. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan aksi partisipatif (Participatory Action Approach) yang meliputi sosialisasi manfaat transaksi digital, pendaftaran akun merchant, hingga pemasangan media kode QR statis di setiap titik penjualan. Evaluasi program dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipatif di lokasi festival, wawancara mendalam bersama pengelola, pedagang, dan pengunjung, serta studi dokumentasi riwayat transaksi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pendampingan QRIS berhasil memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis, mempercepat proses transaksi saat lonjakan pengunjung, mengurangi kebutuhan uang kembalian, serta mempermudah rekapitulasi pendapatan harian pedagang. Kendati demikian, tingkat optimalisasi adopsi pembayaran digital belum sepenuhnya merata akibat keterbatasan stabilitas jaringan internet di area perkebunan, masih rendahnya literasi digital pada sebagian pedagang lanjut usia, serta kekhawatirkan terhadap potongan biaya transaksi (Merchant Discount Rate). Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi praktis berupa peningkatan literasi keuangan digital lokal serta merumuskan rekomendasi strategi pendampingan berkelanjutan dan penguatan infrastruktur digital bagi pengelola agrowisata berbasis desa.
Copyrights © 2026