Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi prioritas nasional di Indonesia, salah satunya dipicu oleh rendahnya keragaman konsumsi pangan keluarga dan minimnya asupan sayur pada anak, di mana ibu rumah tangga berperan sentral sebagai penentu pola makan di rumah. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gerakan Makan Sayur (GEMAYUR) dilaksanakan di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, dengan tujuan memberdayakan ibu-ibu PKK melalui edukasi dan kreasi menu berbahan dasar sayur sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis observasi partisipatif, meliputi penyuluhan tentang stunting dan gizi seimbang, demonstrasi memasak menu GEMAYUR, senam sehat bersama, serta makan bersama. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi dan antusiasme peserta yang tinggi, disertai peningkatan pengetahuan mengenai konsep stunting, prinsip gizi seimbang, dan teknik pengolahan sayuran yang lebih bervariasi, serta tumbuhnya motivasi untuk menerapkan menu sehat di rumah masing-masing. Pendekatan berbasis praktik langsung (experiential learning) terbukti lebih efektif dibandingkan penyuluhan satu arah dalam mendorong perubahan pengetahuan dan perilaku ibu rumah tangga, sehingga menjadi model intervensi yang relevan untuk mendukung pencegahan stunting berbasis komunitas di tingkat desa.
Copyrights © 2026