Keanekaragaman kesenian tradisional di Indonesia menghadapi tantangan keberlangsungan akibat arus modernisasi dan perkembangan teknologi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam fenomena transformasi kesenian Gejog Lesung di Desa Barepan, Kabupaten Klaten, dari sebuah warisan budaya agraris yang berkaitan erat dengan aktivitas pertanian menjadi ikon budaya desa yang adaptif dan dinamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gejog Lesung yang awalnya berfungsi praktis sebagai alat penumbuk padi tradisional sempat mengalami kemunduran akibat kehadiran mesin penggilingan modern (selepan). Namun, kesenian ini berhasil dihidupkan kembali dengan adanya transformasi Gejog Lesung sebagai alat musik di Desa Barepan. Puncaknya ditandai dengan perolehan Hak Cipta resmi pada tahun 2020 sebagai kekhasan Kabupaten Klaten. Transformasi Gejog Lesung ditandai dengan inovasi musikalitas, seperti penciptaan variasi ketukan letek dan kentur, kolaborasi instrumen modern dengan genre musik rock dan dangdut, serta pelaksanaan strategi regenerasi aktif sejak usia dini melalui sanggar seni desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi kreatif, pengakuan hukum, dan estafet generasi yang konsisten telah mentransformasikan Gejog Lesung dari alat pertanian tradisional menjadi warisan budaya hidup (living heritage) yang memperkuat identitas kultural masyarakat Desa Barepan.
Copyrights © 2026