Pertanian padi konvensional dengan penggunaan input kimia yang intensif berpotensi memengaruhi struktur dan keseimbangan komunitas serangga dalam ekosistem sawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman, kemelimpahan, serta peran ekologis serangga pada lahan pertanian padi konvensional di Desa Penebel, Kabupaten Tabanan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan perangkap kuning (yellow trap) untuk mengidentifikasi komunitas serangga yang terdapat pada area penelitian. Data dianalisis berdasarkan komposisi jenis, indeks keanekaragaman, kemelimpahan, dominansi, kemerataan, dan kekayaan spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas serangga yang ditemukan terdiri atas berbagai kelompok dengan peran ekologis yang meliputi serangga hama, predator, dan parasitoid. Keberadaan kelompok predator dan parasitoid menunjukkan adanya potensi pengendalian hayati alami dalam ekosistem sawah, meskipun beberapa jenis serangga hama masih ditemukan dengan tingkat kemelimpahan tertentu. Penelitian ini memberikan informasi mengenai struktur komunitas serangga pada lahan padi konvensional yang dapat menjadi dasar dalam pengelolaan ekosistem pertanian secara berkelanjutan melalui optimalisasi peran musuh alami. Kata Kunci: Keanekaragaman Serangga, Kemelimpahan Serangga, Pertanian Padi Konvensional, Musuh Alami, Ekosistem Sawah
Copyrights © 2026