EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
Vol 7 No 2: November 2023

Menenun Makna, Menjaga Kesucian: Strategi Kontekstualisasi Injil atas Pernikahan Adat Ma’parampo Toraja

Jerry F. Tiwa (Sekolah Tinggi Teologi Alkitab Batu)



Article Info

Publish Date
29 Nov 2023

Abstract

This research examines the challenges missionaries and pastors face in delivering the gospel amid the diversity of cultures and customs in Indonesia, particularly among the Toraja tribe. The concept of marriage in Torajan culture, such as the rampanan kapa' and ma'parampo customs, has a sacred meaning and is different from the understanding of marriage in Christian teachings, which requires contextualization for the gospel to be relevant and accepted. Using a descriptive qualitative method, this study concludes that contextualizing the gospel in Torajan culture, particularly in relation to ma'parampo traditional marriage, demands a thoughtful understanding of how to connect biblical teachings with local traditions. The traditional marriage of Ma'parampo is legally recognized under Torajan customary law, and this study argues that contextualization should not deny that recognition but rather weave the biblical meaning of marital sanctity into it, guiding couples toward the fuller consecration of a church blessing rather than treating the two as opposed. Therefore, churches need to be present from the outset of the ma'parampo process and provide concrete, sustained pastoral accompaniment so that adat legitimacy and biblical sanctity are held together rather than set against each other.Abstrak Penelitian ini berfokus pada tantangan yang dihadapi misionaris dan pendeta dalam menyampaikan Injil di tengah keberagaman budaya dan adat istiadat di Indonesia, khususnya di kalangan suku Toraja. Konsep pernikahan dalam budaya Toraja, seperti adat rampanan kapa’ dan ma’parampo, memiliki makna sakral dan berbeda dari pemahaman tentang pernikahan dalam ajaran Kristen. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi strategi kontekstualisasi dalam penyampaian ajaran Kristen terkait pernikahan kepada masyarakat Toraja, dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya mereka. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, dapat disimpulkan bahwa kontekstualisasi Injil dalam budaya Toraja, khususnya terkait pernikahan adat Ma'parampo, menuntut pemahaman yang bijaksana tentang bagaimana menghubungkan ajaran Alkitab dengan tradisi lokal. Pernikahan adat ma’parampo sah menurut hukum adat Toraja, dan kajian ini berargumen bahwa kontekstualisasi bukan berarti menyangkal keabsahan itu, melainkan menenun makna kesucian pernikahan menurut Alkitab ke dalamnya, sehingga pasangan didampingi menuju peneguhan dan pemberkatan gerejawi yang lebih utuh, bukan diposisikan sebagai dua hal yang saling bertentangan. Oleh karena itu, gereja perlu hadir sejak proses ma’parampo berlangsung dan memberikan pendampingan pastoral yang konkret dan berkelanjutan, agar keabsahan adat dan kesucian menurut Alkitab dapat dijaga bersama-sama.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

epigraphe

Publisher

Subject

Arts Humanities Social Sciences Other

Description

EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2579-9932 (online), ISSN: 2614-7203 (print), diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Torsina ...