Leadership among Christian Religious Education (CRE) teachers in Indonesia still tends toward authoritarian and dominance-oriented practice, leaving a gap between the ideal of the teacher as spiritual guide and character former and the classroom reality of relationships weakly grounded in empathy and service. This study formulates servant leadership as a leadership paradigm for CRE teachers through qualitative library research, using content analysis of primary and secondary literature validated through triangulation across theological, pedagogical, and empirical sources. Unlike prior studies that examine servant leadership only through biblical exegesis or that center on principal rather than classroom leadership, this study integrates conceptual, pedagogical, and critical dimensions specific to CRE teachers. The findings identify three interlocking dimensions of servant leadership, namely exemplary integrity, active empathy, and responsible love, and translate them into concrete pedagogical and institutional strategies. The study further identifies structural tensions between service-oriented leadership and the disciplinary authority teachers must retain and between this model's egalitarian ethos and the hierarchical culture of Indonesian schools, tensions left largely unexamined in the existing literature. Abstrak Kepemimpinan guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia masih cenderung otoritatif dan berorientasi pada dominasi, sehingga muncul jarak antara idealitas guru sebagai pembimbing iman dan pembentuk karakter dengan realitas relasi kelas yang lemah berbasis empati dan pelayanan. Penelitian ini merumuskan kepemimpinan hamba sebagai paradigma kepemimpinan guru PAK melalui metode kualitatif studi kepustakaan, dengan analisis isi terhadap sumber primer dan sekunder yang divalidasi melalui triangulasi lintas sumber teologis, pedagogis, dan empiris. Berbeda dari penelitian terdahulu yang mengkaji kepemimpinan hamba semata-mata melalui eksegesis biblika atau yang berfokus pada kepemimpinan kepala sekolah, penelitian ini mengintegrasikan dimensi konseptual, pedagogis, dan kritis yang spesifik bagi guru PAK. Hasil kajian mengidentifikasi tiga dimensi kepemimpinan hamba yang saling terkait, yaitu keteladanan berintegritas, empati aktif, dan kasih yang bertanggung jawab, serta menerjemahkannya menjadi strategi konkret di kelas dan di institusi. Penelitian ini juga mengidentifikasi ketegangan struktural antara kepemimpinan berorientasi pelayanan dan otoritas disipliner yang tetap harus dipegang guru, serta antara etos egaliter dalam model ini dan budaya hierarkis di sekolah-sekolah di Indonesia, ketegangan yang sejauh ini belum banyak dibahas dalam literatur.
Copyrights © 2026