Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Environmental, Social, and Governance (ESG) Disclosure terhadap risiko financial distress pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 24 perusahaan dan total 120 observasi. Risiko financial distress diukur menggunakan model Zmijewski, sedangkan ESG diukur melalui metode content analysis. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek environmental, social, dan governance tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Temuan ini menunjukkan bahwa pengungkapan ESG belum sepenuhnya mampu mencerminkan kondisi keuangan perusahaan dalam memprediksi risiko financial distress pada perusahaan subsektor makanan dan minuman di Indonesia.
Copyrights © 2026