Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh opini audit, ukuran perusahaan, dan komite audit terhadap audit report lag (ARL) pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Fenomena keterlambatan pelaporan di Indonesia melatarbelakangi penelitian ini karena dapat memicu asimetri informasi antara manajemen dan investor. Berdasarkan teori keagenan, keterlambatan pelaporan sering kali dipandang sebagai respons strategis agen untuk mengelola pengungkapan informasi. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan teknik purposive sampling, diperoleh data sekunder dari laporan keuangan resmi yang dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS 26. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model regresi ini lolos uji asumsi klasik dan memiliki tingkat kesesuaian model yang baik dengan nilai F hitung sebesar 57,557. Secara parsial, opini audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ARL. Ukuran perusahaan dan komite audit juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ARL. Ketiga variabel independen tersebut secara simultan berkontribusi sebesar 29,8% dalam menjelaskan variasi audit report lag. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan sistem pengendalian internal dan optimalisasi fungsi pengawasan komite audit untuk memangkas waktu keterlambatan audit demi menjaga kredibilitas serta transparansi informasi di pasar modal.
Copyrights © 2026