Leptospirosis sering menunjukkan manifestasi klinis yang tidak spesifik sehingga pemeriksaan laboratorium penting untuk mendukung penilaian awal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hasil pemeriksaan imunoglobulin M (IgM) anti-Leptospira serta distribusinya berdasarkan usia, jenis kelamin, dan luaran klinis pada pasien dengan diagnosis klinis leptospirosis di Puskesmas Bantul 1 tahun 2025. Penelitian observasional deskriptif ini menggunakan pendekatan retrospektif. Seluruh 31 rekam laboratorium dan rekam medis yang memenuhi kriteria diikutsertakan melalui total sampling. IgM anti-Leptospira diperiksa menggunakan rapid test imunokromatografi, sedangkan data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil IgM positif ditemukan pada 30 dari 31 pasien (96,8%), sedangkan satu pasien (3,2%) menunjukkan hasil negatif. Pasien laki-laki berjumlah 27 orang (87,1%), dan kelompok usia terbanyak adalah 56-65 tahun, yaitu 11 orang (35,5%). Sebanyak 30 pasien sembuh (96,8%) dan satu pasien meninggal (3,2%). Sebagian besar pasien yang diperiksa menunjukkan hasil IgM anti-Leptospira positif dan berjenis kelamin laki-laki, dengan proporsi terbesar pada usia 56-65 tahun. Temuan ini menggambarkan populasi penelitian dan tidak membuktikan prevalensi penyakit, akurasi diagnostik, maupun hubungan sebab-akibat antara pemeriksaan IgM dan luaran klinis. Hasil rapid test IgM perlu ditafsirkan bersama durasi gejala, temuan klinis, riwayat paparan, serta pemeriksaan konfirmasi apabila diperlukan.
Copyrights © 2026