Persaingan industri manufaktur terus meningkat, seiring dengan pergeseran tuntutan konsumen yang semakin sadar dengan kelestarian lingkungan. Penerapan green supply chain management menjadi salah satu bentuk perhatian perusahaan untuk menjawab tuntutan tersebut. Pemerintah juga telah mengatur regulasi terkait. Di Indonesia, industri furniture kayu yang terkait pelestarian lingkungan belum banyak menerapkan Green Supply Chain Management (GSCM). Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mendorong penerapan GSCM pada industri furniture kayu, dengan melibatkan stakeholder terkait. Bobot faktor yang berpengaruh ditentukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan perilaku konsumen, dukungan dari manajemen puncak, dan strategi organisasi yang memengaruhi penerapan GSCM secara dominan
Copyrights © 2026