Sanitasi lingkungan yang buruk dapat memicu timbulnya gangguan kesehatan reproduksi pada wanita, salah satunya berupa keputihan. Apabila kondisi ini diabaikan tanpa penanganan tepat, keputihan fisiologis berpotensi berkembang menjadi patologis. Secara global, sekitar 75% perempuan dilaporkan pernah mengalami keputihan, angka yang sejalan dengan estimasi kasus pada wanita di Indonesia. Keluhan ini menimbulkan rasa tidak nyaman akibat sensasi lembap, sehingga sebagian wanita mengandalkan penggunaan pantyliner. Sebagai alternatif pengobatan alami, pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) seperti kunyit dan daun sirih dapat dijadikan solusi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Wanita Usia Subur (WUS) mengenai keputihan fisiologis dan patologis, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kunyit serta daun sirih bagi kesehatan reproduksi. Sasaran kegiatan adalah WUS di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Luaran yang dihasilkan berupa produk minuman herbal olahan rebusan kunyit dan daun sirih.
Copyrights © 2026