Perkembangan media digital memengaruhi praktik komunikasi politik yang sebelumnya hanya dilakukan oleh aktor politik formal, kini publik figur seperti komedian juga dapat melakukan komunikasi politik dalam ranah budaya populer melalui berbagai media baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi retorika satir politik yang digunakan oleh Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand-up comedy Mens Rea di Netflix dengan menggunakan teori Modes of Persuasion Aristoteles yang meliputi ethos, pathos, dan logos. Penellitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis retorika terhadap segmen penampilan Pandji yang membahas dinamika pemerintahan Prabowo-Gibran. Data dikumpulkan dengan observasi non-partisipatif terhadap tayangan dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan klasifikasi ethos, pathos, dan logos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pandji membangun ethos melalui pemosisian dirinya sebagai bagian dari rakyat dan keberaniannya dalam menyebut aktor politik, pathos dibangun melalui humor satir, ironi, dan hiperbola yang memancing respons emosional audiens, serta logos dibangun melalui hubungan sebab-akibat dan perumpamaan rasional terhadap suatu isu poliltik. Temuan ini menunjukkan bahwa satir dalam stand-up comedy dapat berfungsi sebagai bentuk komunikasi politik populer yang efektif dalam menyampaikan kritik politik kepada publik.
Copyrights © 2026