Kegiatan pengabdian ini menjawab persoalan pemantauan pemakaian air secara manual di Perumahan Permata Bandara Asrikaton, Kabupaten Malang, yang selama ini bergantung pada satu petugas untuk mencatat sekitar 100 meter air setiap bulan sehingga rawan kesalahan baca dan lambat mendeteksi kebocoran. Solusi yang diterapkan adalah sistem sensor waterflow berbasis mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan aplikasi Blynk, sehingga data pemakaian air dapat dipantau warga secara real-time melalui telepon pintar. Pelaksanaan program mencakup identifikasi masalah, survei lapangan, perancangan dan pengujian prototipe, instalasi, pelatihan, hingga evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan efisiensi waktu kerja operator meningkat hingga 70%, biaya tenaga kerja dan operasional turun hingga 50%, serta volume kehilangan air (non-revenue water) berkurang 10-15%. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi IoT berbiaya rendah dapat mendukung pengelolaan air permukiman yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026