Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya bergantung pada terapi medis, tetapi juga pada kemampuan pasien melakukan self-management secara konsisten. Self-management meliputi pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pemantauan kadar glukosa darah, kepatuhan pengobatan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan.Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran self-management pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2025.Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 209 penderita diabetes melitus dengan jumlah sampel 137 responden. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) dan dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.Sebanyak 79 responden (57,7%) memiliki self-management dalam kategori buruk, sedangkan 58 responden (42,3%) berada dalam kategori baik. Permasalahan self-management terutama ditemukan pada pencatatan hasil pemeriksaan kadar gula darah, aktivitas fisik, pengaturan diet, dan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin di fasilitas kesehatan. Sebagian besar penderita diabetes melitus memiliki self-management yang buruk. Edukasi dan pendampingan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan self-management, terutama pada aspek pengendalian kadar glukosa melalui aktivitas fisik, pengaturan diet, dan pemantauan kadar gula darah.
Copyrights © 2026