Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada lanjut usia dan dapat meningkatkan resiko gangguan perfusi serta kerusakan organ target. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah latihan fisik berupa senam hipertensi. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada Ny. R dengan hipertensi dan masalah keperawatan resiko perfusi perifer tidak efektif melalui edukasi dan latihan fisik senam hipertesnsi di Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawataan melalui pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran tekanan darah, dan dokumentasi. Pada pengkajian awal Ny. R telah menderita hipertensi selama lima tahun, jarang berolahraga, mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, menggunakan penyedap saat memasak, dan kadang mengalami kesemutan pada area kaki. Tekanan darah awal tercatat 165/90 mmHg, sedangkan pada hari pertama pelaksanaan implementasi tekanan darah 163/90 mmHg. Intervensi utama berupa edukasi latihan fisik dan senam hipertensi dilakukan selama tiga hari. Hasil evaluasi menunjukkan tekanan darah menurun dari 163/90 mmHg menjadi 153/87 mmHg. Pasien juga mampu melakukan gerakan senam dengan benar dan menyatakan akan melanjutkan latihan secara rutin. Pada masalah manajemen kesehatan tidak efektif, pasien mulai mengurangi mengonsumsi gorengan, santan berlebihan, dan penggunaan penyedap pada saat memasak. Kesimpulan: penerapan edukasi dan senam hipertensi pada Ny. R menunjukkan hasil positif berupa penurunan tekanan darah dan peningkatan kemampuan serta motivasi pasien dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Hasil studi kasus ini mendukung penggunan senam hipertensi sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam pengelolaan hipertensi pada lansia.
Copyrights © 2026