Latar Belakang: Dukungan keluarga memainkan peran penting dalam keberhasilan seorang ibu dalam menyusui bayinya secara eksklusif. Ibu menyusui yang kurang mendapat dukungan dari suami dan orang tua cenderung beralih ke susu formula. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan praktik menyusui eksklusif di kalangan ibu di Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh ibu yang menyusui bayi berusia 7–12 bulan di Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, menghasilkan sampel sebanyak 35 ibu. Variabel independen adalah dukungan keluarga, dan variabel dependen adalah menyusui eksklusif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Koefisien Kontingensi (α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu menyusui di daerah penelitian menerima dukungan keluarga yang "cukup" (20 responden atau 57,1%). Sebagian besar ibu mempraktikkan menyusui eksklusif (19 ibu atau 54,3%). Ditemukan adanya hubungan antara dukungan keluarga dan praktik pemberian ASI eksklusif, sebagaimana dibuktikan oleh hasil uji Koefisien Kontingensi (nilai p = 0,002). Kesimpulan: Keluarga berupaya memberikan dukungan instrumental, informasional, penilaian, dan emosional kepada ibu terkait pemberian ASI eksklusif; namun, karena berbagai kendala dan keterbatasan, dukungan keluarga tersebut termasuk dalam kategori "cukup". Dukungan keluarga ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya selama enam bulan pertama tanpa makanan pendamping.
Copyrights © 2026