Fluktuasi tingkat penerimaan pajak di Indonesia tidak dapat dihindarkan dan estimasi perkiraan kehilangan potensi pajak di setiap negara bermunculan salah satunya Indonesia yang didukung dengan adanya kasus sengketa perpajakan yang terjadi pada perusahaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan penjualan terhadap agresvitas pajak pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclical yang terdaftar di Bursa Efek indonesia (BEI) periode 2020-2024. Penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 131 perusahaan dengan sampel sebanyak 24 perusahaan yang diamati selama lima tahun dan diperoleh total 120 data observasi. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa struktur modal, ukuran perusahaan, dan ertumbuhan penjualan berpengaruh secara simultan terhadap agresivitas pajak. Struktur modal dan ukuran perusahaan terbukti berpengaruh positif terhadap agresivitas pajak secara parsial, tetapi pertumbuhan penjualan secara parsial berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak. Hasil penelitian tersebut memberikan implikasi bahwa peneliti di masa depan, disarankan untuk terus memperbaharusi pemahaman tentang bagaimana tindakan agresivitas pajak dalam perusahaan terjadi melalui berbagai faktor lainnya untuk penelitian yang lebih lanjut.
Copyrights © 2024